Keanekaragaman Flora dan Tipe Ekosistem di Tanah Papua

Balai penelitian dan pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari (BP2LHKM) bekerja sama dengan Tambora Muda dalam kegiatan Live talk yang di siarkan langsung pada salah satu situs internet raksasa yang berbasis video yaitu Youtube , yang di lakukan pada tanggal 24 Mei 2018 yang berlangsung selama 1 jam. Tambora muda merupakan organisasi non pemerintah yang beranggotakan anak muda yang memiliki perhatian dalam konservasi keanekaragaman hayati termasuk penyebaran informasi untuk pembelajaran bagi masyarakat luas.

Live talk ini bertujuan untuk shearing informasi khususnya kepada para anggota Tambora muda Indonesia dan Masyarakat luas tentang “Keanekaragaman Flora Dan Tipe Ekosistem Yang Ada di Papua”. Sebagai Pembicara kunci adalah Peneliti BP2LHK Manokwari Krisma Lekitoo, S.Hut., M.Sc , dan di pandu oleh moderator ketua Tambora Muda yaitu Zera. Pada pembukaan paparan Krisma atas nama balai mengucapkan terima kasih kepada Tambora Muda karena telah mengundang dan memberikan kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan infromasi tentang

keanekaragaman Flora dan Tipe ekosistem di tanah Papua.

Paparan mengenai kenanekaragaman hayati dan ekosisitem Papua ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu pada bagian 1. Pendahuluan 2. Tipe ekosistem di tanah Papua 3. Keanekaragaman jenis Flora Di tanah Papua 4. Pemanfaatan Jenis Flora 5. Pelestarian (Konservasi Flora) Di tanah Papua , Dan yang ke 6. Kesimpulan dan saran.

Krisma Lekitoo menyampaikan bahwa ekosistem di Papua yang merupakan tipe ekosistem terlengkap di Duniadengan variasi 13=17 jenis ekosistem, dan jumlah jenis sampai 25.000 dengan tingkat ke endemikannya yang tinggi mencapai 55 %. Ekosistem Papua terdiri dari 1. Hutan tropis dataran rendah 2. Hutan Tropis Pegunungan Rendah 3. Hutan Tropis Pegunungan tinggi 4. Hutan Sub Alpin 5. Hutan Tropis Alpin 6. Hutan Kerangas 7. Hutan Pada batu kapur (kats) 8.hutan pada batuan ultra basik 9. Hutan Pantai 10. Hutan Payau atau Magrove 11. Hutan Rawa Gambut A. Rawa musiman B. Rawa Air Tawar 12. Hutan Luruh Daun Tropika Lembab 13. Hutan Kering (Savana) .

Selama kegiatan live talk berlangsung terdapat sesi tanya jawab antara lain bekaitan tentang Tumbuhan endemik terbatas dan tumbuhan endemik luas, informasi akses tentang herbarium di papua, perbedaan hutan daratan rendah kepulauan, dan hutan carts, akses data ke endemikan suatu jenis tumbuhan, ciri – ciri hutan ultra basic , tipe ekosistem yang banyak di alih fungsikan menjadi lahan lain.Menjawab pertanyaan yang muncul, peneliti taksonomi BP2LHK Manokwari ini menjelaskan bahwa tumbuhan endemik terbatas dan luas meyangkut penyebaran tumbuhan itu sendiri sebagai contoh misalnya di Papua tumbuhan tersebut hanya terdapat di Manokwari berarti Termasuk pada endemik terbatas , namun apa bila tersebar di seluruh kabupaten di Papua maka jenis tersebut termasuk ke dalam kategori endemik luas. Selanjutnya, hutan daratan rendah kepulauan merupakan hutan kecil yang terjadi akibat ekoton 2 sampai 3 kali ,dengan model hutan pulau yang kecil tejadi penggabungan hutan carts, hutan kerangas dan hutan aluvial, dan untuk membedakannya dapat di lihat dari vegetasi yang tumbuh. Kemudian Hutan ultra basic adalah hutan yang terbentuk akibat batuan ultra basic yang di kategorikan tanah yang tidak subur di Papua dan hanya terdapat pada kepuluan Raja Ampat dan untuk di Indonesia sendiri juga terdapat di daerah Maluku Utara. Akses data keendemikan suatu jenis dapat diketahui di semua herbarium. Untuk Papua terdapat 2 herbarium yaitu Herbarium Papuaense yang dikelola BP2LHK Manokwari dan herbarium Manokwariense milik Universitas Papua.

Disamping itu, dengan mempertimbangkan kondisi sosial budaya, narasumber juga menjelaskan bagaimana melaksanakan penelitian lapangan dendrologi/taksonomi di Papua sehingga dapat memperoleh hasil maksimal antara lain dengan mencari tahu terlebih dahulu tentang budaya masyarakat dari suatu tempat yang kita akan teliti, kebiasaan dalam hal ini apa yang di sukai dan yang tidak di sukai , serta keadaan tempat dan lingkungan hidup.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto Bulan Ini

Pos-pos Terbaru

Buku

Teknik Penagkaran Burung Mambruk (Goura Sp.)

Buku yang di tulis oleh Hadi Warsito ini menjelaskan tentang Burung Mambruk (Gorua Sp.)  yang di kategorikan mendapat perlindungan dari ...

Baca selengkapnya

30 Tahun Wanariset Anggresi

Buku 30 Tahun Wanariset Anggresi: Sebuah Hasil Kerja Bersama merupakan buku yang dibuat untuk memperkenalkan salah satu aset berharga BP2LHK Manokwari yang ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 2

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 1

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Warta Matoa

Link Terkait

  • Pengunjung

    0019655
    Hari ini : 80
    Kemarin : 73
    Bulan ini : 1136
    Total Kunjungan : 19655
    Hits Hari ini : 412
    Total Hits : 58880
    Who's Online : 1
    plugins by Bali Web Design

    Visitor Map

    Flag Counter
    Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan kehutanan