Background
Manokwari, Jl. Inamberi - Susweni Po Box 159, Manokwari - Papua Barat 98313
(+62986) 213-441 datinfomkw@gmail.com

Latar Belakang

Provinsi Papua yang sebelumnya bernama Irian Jaya mempunyai luas hutan + 40,5 juta hektar, kaya akan berbagai jenis flora dan fauna. Kekayaan flora diindikasikan dengan lengkapnya tipe hutan yang dimiliki mulai dari tipe hutan mangrove sampai vegetasi alpin. Keaneka ragaman flora diduga mencapai 15.000 – 20.000 jenis tumbuhan tinggi dengan jumlah marga yang sudah teridentifikasi sebanyak 1.465, dimana paling sedikit 124 marga diantaranya endemik. Demikian halnya dengan jenis fauna, terdapat 268 jenis burung endemik dari 641 jenis burung yang telah ditemukan pada saat itu.

Dengan luas daratan yang mencapai 41 juta hektar lebih serta keanekaragaman hayati yang tinggi, maka Propinsi Irian Jaya diyakini dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan nasional. Untuk menjamin keyakinan tersebut, maka diperlukan rencana pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan yang ditunjang oleh berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumberdaya manusia yang berkualitas. Dalam rangka menunjang tujuan pembangunan kehutanan di Propinsi Irian Jaya, maka pemerintah menetapkan suatu proyek penelitian yang berkedudukan di manokwari.

Sejarah Singkat

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari (selanjutnya disebut BP2LHKM) adalah merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Penelitian dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sejarah Balai diawali dengan penetapan proyek penelitian yang berkedudukan di Manokwari berdasarkan SK. Menhut No. 95/Kpts-II/1984 dan secara operasional dimulai pada tahun 1985 dalam bentuk Proyek Penelitian Kehutanan Manokwari (PPKM).

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 241/Kpts-II/1990 tanggal 14 Mei 1990, dibentuk Balai Penelitian Kehutanan Manokwari (BPKM) yang peresmiannya dilakukan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan pada tanggal 22 Januari 1991.

Pada Tahun 2002 nama BPKM berubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Maluku Papua berdasarkan Surat Keputusan. Menteri Kehutanan No. 6181/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.40/Menhut-II/2006 tanggal 2 Juni 2006 Nama Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Papua dan Maluku kembali berubah kembali menjadi seperti semula yaitu Balai Penelitian Kehutanan Manokwari (BPKM).

Setelah penggabungan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, nomenklatur organisasi tata laksana BPK Manokwar berubah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.25/Menlhk/Setjen/OTL.O/1/2016 sehingga nama organisasi menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manokwari. Berdasarkan peraturan menteri tersebut Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari menjadi Balai Umum Tipe B yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi, peningkatan produktivitas hutan, keteknikan kehutanan dan pengelolaan hasil hutan, serta perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

BP2LHK Manokwari melaksanakan berbagai fungsi dan tugas pokok sebagai berikut:

  1. penyusunan rencana, Program dan anggaran;
  2. Pelaksanaan penelitian dan kerja sama penelitian;
  3. Pelayanan data dan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi hasil-hasil penelitian;
  4. Pengelolaan sarana dan prasarana penelitian lingkup Balai;
  5. Pengelolaan hutan penelitian yang menjadi tanggungjawab Balai;
  6. Pemantauan hutan penelitian dan pelaporan penelitian;
  7. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai.

 Core Research yang diemban oleh BPK Manokwari adalah rehabilitasi dan konservasi ekosistem Australasia. Sedangkan Visi BPK Manokwari adalah Menjadi lembaga penyedian IPTEK pengelolaan ekosistem hutan Australasia dalam mendukung terwujudnya pengelolaan hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan di Pulau Papua. Misi BPK Manokwari adalah memberi dukungan IPTEK dalam optimalisasi ragam pemanfaatan ekosistem hutan Australasia secara lestari, berkeadilan bagi kesejahteraan masyarakat,melalui :

a.) Peningkatan sarana prasarana penelitian
b.) Pemantapan kelembagaan dan organisasi
c.) Peningkatan kualitas sumber daya manusia
d.) Peningkatan penguasaan IPTEK pengelolaan hutan Australasia
e.) Peningkatan desiminasi hasil penelitian ekosistem hutan Australasia.
Print Friendly

Tinggalkan Balasan

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Youtube
Hide Buttons