Zooligicum

ZOOLOGICUM HERPETOFAUNA PAPUA

Sejarah Zooligicum

Zoologicum Herpetofauna Papua (ZHP) merupakan laboratorium satwa pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manokwari (BP2LHKM), yang juga berfungsi sebagai tempat koleksi spesimen satwa liar asal Papua. Ide membuat ZHP berawal dari pemikiran pentingnya menyimpan suatu bukti autentik satwa liar dalam bentuk spesimen (koleksi awetan), baik dari hasil penelitian yang dibiayai APBN, kerjasama, maupun penelitian mandiri. Sejalan dengan waktu, ZHP kemudian mempunyai peranan tambahan sebagai tempat edukasi, terutama pengenalan satwa liar kepada anak-anak usia dini, ketertarikan dari para hobiis satwa liar (reptil) baik dalam negeri maupun luar negeri, dan kedepannya diharapkan dapat menjadi acuan bagi jenis-jenis herpetofauna Papua.

Cikal bakal ZHP dimulai pada tahun 2003 dengan koleksi hasil penelitian mandiri. Kemudian tahun 2006 – 2010 koleksi spesimen bertambah dengan adanya kegiatan penelitian eksplorasi. Setelah tahun 2010 sudah tidak ada penambahan koleksi lagi karena tidak adanya kegiatan penelitian yang bersifat eksplorasi. Ruangan untuk penyimpanan spesimen mulai dari awalnya sampai pertengahan tahun 2017, masih menggunakan salah satu ruangan kecil pada laboratorium herbarium BP2LHKM. Kemudian setelah itu ZHP berpindah dan mempunyai ruangan sendiri sampai saat ini.

Koleksi Zoologicum

Kemudahan dalam pembuatan dan penyimpanan koleksi spesimen, serta kekayaan satwa herpetofauna di Papua, menjadikan koleksi spesimen di ZHP diawali dari kelompok herpetofauna. Kedepannya koleksi spesimen diharapkan tidak hanya meliputi kelompok herpetofauna saja tetapi dapat juga mencakup spesimen dari kelompok burung, mamalia dan kelompok lainnya. Sumber asal spesimen koleksi herpetofauna saat ini masih berasal dari sedikit lokasi saja yaitu Manokwari (Gunung Meja dan sekitarnya), Raja Ampat (Pulau Gag), Teluk Wondama (Pulau Maransabadi, Kepulauan Auri – TNTC; CA Wondiboi), Supiori, dan Fakfak (CA Fakfak).

Saat ini, ZHP masih dalam taraf penataan kembali dan beberapa spesies harus diidentifikasi ulang. Walaupun demikian, ada beberapa spesimen yang masih mempunyai nama yang dapat terlihat, meliputi kelompok ular sebanyak 10 jenis, kelompok kadal sebanyak 7 jenis, dan kura-kura sebanyak 1 jenis. Beberapa jenis ular, kadal dan amfibi lainnya belum diidentifikasikan. Jenis-jenis yang masih terdapat data penamaannya meliputi :

Ular

1. Aspidomorphus schlegeli

2. Candoia aspera

3. Dendrelaphis punctulatus

4. Boiga irregularis

5. Micropechis ikaheka

6. Leiopython albertisii

7. Morelia amethistina

8. Stegonotus cuculatus

9. Acanthopis sp

10. Python reticulatus (spesimen tunggal, sudah rusak)

Kadal

1. Hypsilurus modestus

2. Hypsilurus papuensis

3. Tiliqua gigas

4. Tribolonotus gracilis

5. Varanus indicus

6. Emoia careluleucauda

7. Carlia sp

Kura-kura

1. Elseya novaguineae

Visi Zoologicum

Papua sangat terkenal dengan tingginya keanekaragaman hayati yang dimiliki baik flora maupun fauna. Zoologicum ini diharapkan kedepan dapat menyimpan keanekaragaman fauna yang dimiliki Papua atau menjadi “Pusat Koleksi Spesimen Herpetofauna Papua”. ZHP di BP2LHK Manokwari diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi peneliti dalam dan luar negeri yang melakukan penelitian terkait satwa liar di Papua.

Rencana Pengembangan

Pengelolaan zoologicum ini ke depan akan terus ditingkatkan. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam rangka mencapai hal tersebut adalah :

  1. Penyusunan cetak biru/rencana pengelolaan jangka panjang, menengah dan tahunan. Adanya perencanaan jangka panjang akan memberikan jaminan keberlangsungan pengelolaan sekaligus memberikan arah bagi pengembangan laboratorium di masa mendatang
  2. Penyediaan alokasi anggaran dan sarana/peralatan laboratorium yang memenuhi standar. Hal ini penting agar koleksi spesimen dapat terpelihara dengan baik
  3. Penyusunan bank data koleksi laboratorium
  4. Peningkatan koleksi melalui eksplorasi dan kerjasama dengan berbagai pihak
  5. Penunjukan petugas pengelola yang dapat menangani laboratorium secara intensif
  6. Pengenalan zoologicum ke masyarakat luas melalui publikasi tercetak (leaflet, poster, buku dll), media sosial dan website

Langkah-langkah tersebut akan dilaksanakan karena nilai penting yang dimiliki zoologicum dan koleksinya. Spesimen tersebut merupakan koleksi sangat berharga yang proses mendapatkannya tidak mudah dan menggunakan anggaran tidak murah. Sebagai contoh koleksi bernilai tinggi seperti koleksi ular Python reticulatus yang merupakan spesimen tunggal dan catatan baru dari segi sebaran di Papua.

Laboratorium yang baru direvitalisasi tahun 2017 ini, saat ini sudah dikunjungi berbagai pihak seperti pelajar, mahasiswa, pemerhati satwa dari luar negeri dan para pejabat pusat KLHK. Apresiasi tinggi disampaikan oleh para pengunjung mengingat tingginya nilai yang dimiliki oleh laboratorium ini. Informasi mengenai laboratorium ini akan terus disebarluaskan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Koordinator Zoologicum :

R. Gatot Nugroho Triantoro, S.Hut., M.Si (Peneliti Muda)

Zoologicum Herpetofauna Papua dalam gambar :

Gambar 1. Koleksi specimen reptile pada Zoologicum Herpetofauna Papua

Gambar 2. Kunjungan Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK Dr. Ir. Silvana Ratina, M.Si ke Zoologicum Herpetofauna Papua

Gambar 3. Kunjungan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian LHK Ir. Erni Mayana, M.M ke Zoologicum Herpetofauna Papua

Gambar 4. Bersama pengunjung dari Negara Jerman di Zoologicum Herpetofauna Papua

Gambar 5. Edukasi satwa reptil bagi anak sekolah di Zoologicum Herpetofauna Papua

Gambar 6. Beberapa koleksi specimen yang terdapat di Zoologicum Herpetofauna Papua

Micropechis ikaheka Leiopython albertisi Candoia aspera

Morelia amethistina Acanthophis sp Stegonotus cuculatus

Hypsilurus modestus Varanus indicus Acanthophis sp

Elseya novaguineae

Print Friendly, PDF & Email

Foto Bulan Ini

Pos-pos Terbaru

Buku

Teknik Penagkaran Burung Mambruk (Goura Sp.)

Buku yang di tulis oleh Hadi Warsito ini menjelaskan tentang Burung Mambruk (Gorua Sp.)  yang di kategorikan mendapat perlindungan dari ...

Baca selengkapnya

30 Tahun Wanariset Anggresi

Buku 30 Tahun Wanariset Anggresi: Sebuah Hasil Kerja Bersama merupakan buku yang dibuat untuk memperkenalkan salah satu aset berharga BP2LHK Manokwari yang ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 2

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 1

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Warta Matoa

Link Terkait

  • Pengunjung

    0019652
    Hari ini : 77
    Kemarin : 73
    Bulan ini : 1133
    Total Kunjungan : 19652
    Hits Hari ini : 363
    Total Hits : 58831
    Who's Online : 1
    plugins by Bali Web Design

    Visitor Map

    Flag Counter
    Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan kehutanan