MENGENAL LEBIH DEKAT SI IMUT DARI PAPUA

Manokwari – Tanah Papua atau Bumi Cenderawasih merupakan benteng terakhir bagi kelestarian megabiodiversity flora dan fauna yang ada saat ini. Banyak hal yang khas dan endemik yang dapat kita jumpai di sana. Salah satu hewan endemik yang ada adalah kuskus yang sangat menggemaskan. Untuk menjaga mereka perlu penanganan serius. Salah satu jenis Kuskus adalah Kuskus Bertotol Biasa (Spilocuscus maculatus Desmarest). Kuskus ini  termasuk salah satu jenis kuskus dari family Phalangeridae yang dilindungi (Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999).

Balai Penelitian Kehutanan Manokwari telah memulai melaksanakan penelitian tentang satwa ini, Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh data ekologi dan habitat maupun data lainnya yang diperlukan dalam upaya pelestarian jenis (secara insitu maupun eksitu).  Hal ini penting mengingat pengetahuan tentang populasi, kondisi dan pengaruh faktor habitat terhadap populasi Kuskus Bertotol Biasa (S. maculatus)  di alam dirasakan sangat penting sebagai bahan acuan dalam mengembangkan program perlindungan dan pelestariannya.

“Kenapa kuskussatwa-satwa (kus-kus) ini dilindungi? Karena mereka ada di ambang kepunahan dan diburu secara berlebihan, disamping itu tingginya laju kehilangan habitat dan terfragmentasinya habitat satwa karena adanya konversi lahan hutan untuk berbagai tujuan pembangunan, eksploitasi hutan (kayu), dan  konversi hutan untuk pembangunan pertanian sangat mempengaruhi kelestarian satwa mamalia asli” kata Permenas Dimomonmau yang merupakan peneliti BPK Manokwari.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis vegetasi tingkat pohon pada kawasan hutan mangrove Sorong Selatan yang tersusun atas 4 famili.  Famili yang paling banyak ditemukan adalah Sonneratiaceae yang terdiri dari 105 individu tingkat pohon.

Hasil analisis menunjukan bahwa jenis vegetasi pohon pada hutan mangrove Sorong Selatan yang paling dominan adalah Sonneratiaalba. Jenis ini dominan karena jumlah individunya yang banyak.

Diketahui terdapat 3 (tiga) jenis vegetasi yang dimanfaatkan sebagai sumber pakan oleh S. maculatus  pada kawasan ini, yang berdasarkan  tingkat prioritas konsumsinya berturut-turut terdiri atas : Sonneratia spp (Buah) ; Bruguiera spp (Buah) ; dan Inocarpus fugifer (Kulit Buah). Berkaitan dengan keanekaragaman jenis pakan, melalui fenomena yang dijumpai pada kawasan ini, dapat diduga bahwa  dukungan bagi stabilitas dan kelestarian Populasi satwa ini tidak hanya ditentukan oleh tingginya keanekaragaman jenis pakan, tetapi juga oleh dari faktor ketersediaan pakan secara berkesinambungan sepanjang tahun. Pakan utama S. maculatus  pada kawasan ini yaitu buah dari vegetasi  Sonneratia spp  yang terdiri Sonneratia caseolaris dan Sinneratia alba diketahui menghasilkan buah secara kontinu.

“Kami menghimbau pada masyarakat untuk bersama-sama melestarikan semua satwa yang ada. Satwa itu titipan, buka warisan yang dapat dihabiskan. Anak cucu kita punya hak untuk bisa melihat dan merasakan ke”imutan”  dari satwa yang satu ini. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kitorang siapa lagi.  (Akhadi)

Sumber foto:
permenas dimomonmou, 2013
https://www.flickr.com/photos/37577693@N04/3574782859

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto Bulan Ini

Buku

Teknik Penagkaran Burung Mambruk (Goura Sp.)

Buku yang di tulis oleh Hadi Warsito ini menjelaskan tentang Burung Mambruk (Gorua Sp.)  yang di kategorikan mendapat perlindungan dari ...

Baca selengkapnya

30 Tahun Wanariset Anggresi

Buku 30 Tahun Wanariset Anggresi: Sebuah Hasil Kerja Bersama merupakan buku yang dibuat untuk memperkenalkan salah satu aset berharga BP2LHK Manokwari yang ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 2

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 1

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Warta Matoa

Pos-pos Terbaru

Link Terkait

  • Pengunjung

    0106207
    Hari ini : 87
    Kemarin : 100
    Bulan ini : 1033
    Total Kunjungan : 106207
    Hits Hari ini : 945
    Total Hits : 1192955
    Who's Online : 3

    Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020

    Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    FORDA ANNIVERSARY

    Visitor Map

    Flag Counter
    Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan kehutanan