Mengenal Karbon….

Apa itu Karbon Hutan? Manokwari. Karbon, tentu kita sudah lama mendengar istilah tersebut. Di koran, televisi, intenet dan radio orang banyak membicarakan dan membahas mengenai perubahan iklim yang didalamnya termasuk mengenai karbon, utamanya karbon yang berada di dalam hutan. Jadi apa sebenarnya karbon hutan itu? Karbon adalah unsur alam yang memiliki lambang “C” dengan nilai atom 12. Karbon merupakan salah satu unsur utama pembentuk bahan organik dari makhluk hidup. Hampir setengah dari organisme hidup pada dasarnya merupakan karbon. Karenanya secara alami karbon banyak tersimpan di bumi (darat dan laut) dari pada di atmosfer. Karbon tersimpan dalam daratan bumi dalam bentuk makhluk hidup (tumbuhan dan hewan), bahan organik mati ataupun sedimen seperti fosil tumbuhan dan hewan. Sebagian besar jumlah karbon yang berasal dari makhluk hidup bersumber dari hutan. Peristiwa karbon terlepas dari hutan ke atmosfer, disebut emisi, yang terjadi melalui berbagai cara seperti respirasi (pernapasan) makhluk hidup, dekomposisi (pembusukan) bahan organik serta pembakaran biomassa. Selain itu, tumbuhan juga melakukan proses respirasi yang melepaskan CO2.

Bagaimana Menghitung Karbon?

Saat ini terdapat berbagai cara untuk menghitung dan menduga karbon yang ada di dalam hutan. Akan tetapi secara garis besar semua metode yang telah berkembang saat ini dapat kita bagi menjadi dua, yakni destruktif dan non destruktif.

1.  Cara pengukuran/ pendugaan karbon secara destructive (merusak)
Metode ini dilakukan dengan menebang langsung pohon-pohon yang akan diukur karbonnya. Pohon yang ditebang tersebut kemudian dihitung beratnya untuk semua bagian-bagian, seperti: batang, cabang, ranting dan daun dikeringkan di dalam oven. Cara ini merupakan cara yang paling akurat untuk menghitung karbon, akan tetapi hanya bisa mencakup wilayah yang terbatas dan jumlah sampel yang sedikit. Terlebih lagi, cara ini membutuhkan sumber daya, energy dan juga berbiaya besar.

                          karbon1                                                       karbon2

2.  Cara pengukuran/pendugaan karbon secara non destruktif (tidak merusak)
Metode ini dikembangkan setelah memperhatikan semua kekurangan yang terdapat didalam metode sebelumnya (destruktif). Metode non destruktif ini secara umum menggunakan persamaaan alometrik dan penginderaaan jauh (remote sensing) guna menghitung dan menduga karbon. (JP)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto Bulan Ini

Buku

Teknik Penagkaran Burung Mambruk (Goura Sp.)

Buku yang di tulis oleh Hadi Warsito ini menjelaskan tentang Burung Mambruk (Gorua Sp.)  yang di kategorikan mendapat perlindungan dari ...

Baca selengkapnya

30 Tahun Wanariset Anggresi

Buku 30 Tahun Wanariset Anggresi: Sebuah Hasil Kerja Bersama merupakan buku yang dibuat untuk memperkenalkan salah satu aset berharga BP2LHK Manokwari yang ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 2

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 1

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Warta Matoa

Pos-pos Terbaru

Link Terkait

  • Pengunjung

    0106207
    Hari ini : 87
    Kemarin : 100
    Bulan ini : 1033
    Total Kunjungan : 106207
    Hits Hari ini : 1018
    Total Hits : 1193028
    Who's Online : 4

    Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020

    Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    FORDA ANNIVERSARY

    Visitor Map

    Flag Counter
    Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan kehutanan