BP2LHK Manokwari Sosialisasikan Masoi pada Kegiatan Ekspedisi NKRI dan Kemenko PMK

BP2LHK Manokwari (Kaimana, 13/06/2016)_Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manokwari turut berpartisipasi dalam puncak acara ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Koridor Papua Barat 2016 dengan mensosialisasikan tumbuhan Masoi (Cryptocarya massoy) di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Jum’at (20/05).

Masoi merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di Maluku dan Papua. Kayu tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Sedangkan kulit kayunya menebarkan aroma wangi dan dpat diolah menjadi minyak atsiri dan sebagai bahan baku obat-obatan. Selain itu, tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai pewarna alami dan dan bahan kosmetik atau campuran ratus.

Selama ini masyarakat lokal sering memanfaatkannya sebagai obat tradisional. Sayangnya, tidak banyak masyarakat yang mengetahui potensi dan nilai ekonomi lain dari tumbuhan ini. Hal ini terlihat pada puncak acara ekspedisi NKRI tersebut. Pengetahuan Tim ekspedisi dan Masyarakat Papua Barat mengenai potensi, target pasar dan cara pengembangan masoi masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, pada ajang pameran tersebut, BP2LHK Manokwari selain menyediakan materi pameran berupa  tumbuhan masoi juga melakukan sosialisasi tentang tumbuhan tersebut. Adapun hal-hal yang disosilaisasikan terkait tumbuhan tersebut antara lain adalah cara awal pengembangan masoi, potensi pasar dan distribusi alami masoi di Papua.

BP2LHK Manokwari berharap dengan adanya sosialisasi secara singkat tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan dan pelestarian masoi sebagai komoditas ekonomi asli Papua Barat.

Sedangkan materi yang disajikan BP2LHK Manokwari dalam stand berupa ekspedisi NKRI wilayah Manokwari Selatan berupa contoh anakan, daun, batang dan kulit masoi.

Ekspedisi NKRI merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun yang dimotori oleh Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan ini dilaksanakan pada beberapa wilayah yang dipilih di Indonesia.  Pada tahun 2016, kegiatan ekspedisi NKRI dilaksanakan di Papua Barat yang dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Januari dan ditutup pada tanggal 20 mei 2016 di kabupaten Kaimana.

Kegiatan ekspedisi NKRI koridor Papua Barat 2016 diharapkan dapat memberikan masukan pemerintah dalam mengurangi konsentrasi pembangunan ekonomi, sosial dan kesehatan di Pulau Jawa atau yang lebih umum dikenal dengan istilah Jawa Centris. ***El Halim (EH).

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto Bulan Ini

Buku

Teknik Penagkaran Burung Mambruk (Goura Sp.)

Buku yang di tulis oleh Hadi Warsito ini menjelaskan tentang Burung Mambruk (Gorua Sp.)  yang di kategorikan mendapat perlindungan dari ...

Baca selengkapnya

30 Tahun Wanariset Anggresi

Buku 30 Tahun Wanariset Anggresi: Sebuah Hasil Kerja Bersama merupakan buku yang dibuat untuk memperkenalkan salah satu aset berharga BP2LHK Manokwari yang ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 2

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 1

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Warta Matoa

Pos-pos Terbaru

Link Terkait

  • Pengunjung

    0106207
    Hari ini : 87
    Kemarin : 100
    Bulan ini : 1033
    Total Kunjungan : 106207
    Hits Hari ini : 1005
    Total Hits : 1193015
    Who's Online : 2

    Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020

    Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2020

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    FORDA ANNIVERSARY

    Visitor Map

    Flag Counter
    Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan kehutanan