Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI : “Apresiasi Hasil Litbang dan Langkah Awal Pengenalan Sagu Sebagai Bahan Pangan Alternative Berskala Nasional”

Anggota Komisi IV DPR RI beserta rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Dr. Michael Watimena pada tanggal 15 Februari 2018 melakukan kunjungan kerja didemplot penelitian sagu Badan Litbang dan Inovasi di Manokwari yang dikelola oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manokwari sebagai bagian kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Papua Barat. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung wujud nyata kegiatan penelitian KLHK yang ada di Papua Barat. BP2LHK Manokwari sebagai pengelola demplot penelitian sagu di Koyani mendapat kehormatan akan kunjungan kerja anggota DPR RI, karena kunjungan kerja ini adalah yang pertama kali selama pembangunan demplot sagu hingga mendekati masa panen. Kunjungan 16 anggota Komisi IV ini disambut oleh Kepala Badan, Sekretaris Badan, Kepala Balai, Peneliti dan teknisi penelitian sagu, seluruh staf BP2LHK Manokwari, Kepala Distrik, masyarakat setempat dan para Kepala UPT KLHK di provinsi Papua Barat.DSC01547

Plot penelitian peningkatan produktifitas hutan tanaman sagu ini dibangun pada tahun 2009 seluas 5 ha di lahan masyarakat. Pembangunan plot ini menggunakan bibit sagu dari 5 kultivar. Hasil penelitian yang telah diperoleh sampai saat ini adalah teknik pemilihan bibit sagu, teknik pembibitan sagu, teknik pesemaian basah sagu, teknik penanaman dan pemeliharaan sagu serta tata niaga dan kelembagaan sagu. Pada tahun 2018 ini akan dilakukan pemanenan sagu sehingga iptek sagu menjadi komprehensif dengan ditambah teknik pemanenan dan produktifitas sagu.

Disela-sela kunjungan kerja tersebut, anggota DPR RI juga berinteraksi dengan pengelola demplot sagu dalam hal ini Peneliti dan teknisi BP2LHK Manokwari dan juga masyarakat sekitar. Dalam dialog interkatif ini, anggota Komisi IV secara antusias menggali informasi tentang jenis sagu yang ditanam, produktifitas dan masa panen sagu serta iptek yang dihasilkan Balai. Kepala BP2LHK Manokwari menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan upaya penyediaan iptek hulu pembangunan hutan tanaman sagu dimana saat ini sangat bergantung pada sagu alam  sehingga sagu akan bisa dikelola secara berkelanjutan terutama dari sisi produktifitas. Dalam dialog ini Wakil Ketua Komisi IV berpesan “ciptakan kultivar sagu yang berumur pendek dan menghasilkan tepung sagu yang tinggi yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara langsung” kata Michael Watimena. Koordinator penelitian sagu BP2LHK Manokwari, juga menyampaikan bahwa masyarakat terlibat dalam penelitian peningktana produktifitas sagu ini dan akan memperoleh manfaat langsung sagu hasil penelitian.

DSC01469

Keberadaan demplot ini menurut salah satu anggota dewan sudah baik, dan merupakan langkah awal untuk mempersiapkan pengembangan selanjutnya.  Sagu merupakan bahan makanan yang sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan di Papua dan Papua Barat.  Sudah ada banyak varietas sagu yang ditanam di demplot ini. Namun masih dikhawatirkan kedepannya  akan lebih jarang dan menuju kepunahan. Perlu ada lebih banyak penyediaan bibit-bibit sagu dan penanaman yang lebih luas lagi, supaya ada pengembangan baru terutama untuk persiapan mengganti bagi yang sudah produktif dan nanti dipanen.

Pada acara tersebut juga dilakukan penanaman sagu secara simbolis oleh ketua dan wakil ketua komisi IV yang bertujuan untuk melestarikan tanaman sagu guna mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan pelestarian sagu diharapkan bisa digunakan sumber pangan alternatif disamping beras yang selama ini import dari luar negeri.

DSC01497

Kepala Distrik Masni yang hadir juga menyampaikan bahwa Distrik Masni pada awalnya merupakan daerah sagu namun sekarang sudah habis oleh karena itu beliau sangat menyambut baik plot penelitian sagu yang mendatangkan manfaat bagi masyarakat masni ini. Beliau juga menyampaikan agar distribusi pupuk yang diberikan kepada masyarakat bukan hanya untuk petani sawah saja, melainkan petani perkebunan juga membutuhkan karena sedikit susah untuk mendapatkan pupuk dimasyarakat. Hal ini menjadikan catatan tersendiri bagi anggota dewan yang berkunjung dan kedepannya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dia akhir kegiatan tersebut, Michael Watimena menyerukan agar lahan sagu ini dijaga melestarikan tanaman sagu guna peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto Bulan Ini

Buku

Teknik Penagkaran Burung Mambruk (Goura Sp.)

Buku yang di tulis oleh Hadi Warsito ini menjelaskan tentang Burung Mambruk (Gorua Sp.)  yang di kategorikan mendapat perlindungan dari ...

Baca selengkapnya

30 Tahun Wanariset Anggresi

Buku 30 Tahun Wanariset Anggresi: Sebuah Hasil Kerja Bersama merupakan buku yang dibuat untuk memperkenalkan salah satu aset berharga BP2LHK Manokwari yang ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 2

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Rediversifikasi Pangan Papua 1

Buku ini mengungkapkan keanekaragaman flora tanah Papua dan pemanfaatannya oleh masyarakat tradisional dan prospek pengembangan sebagai diversifikasi bahan pangan. Buku ...

Baca selengkapnya

Warta Matoa

Pos-pos Terbaru

Link Terkait

  • Pengunjung

    0110224
    Hari ini : 56
    Kemarin : 108
    Bulan ini : 1631
    Total Kunjungan : 110224
    Hits Hari ini : 330
    Total Hits : 1243188
    Who's Online : 8

    Survey Kepuasan Masyarakat

    Survey Kepuasan Masyarakat

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    Bangga Buatan Dalam Negeri

    Visitor Map

    Flag Counter
    Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan kehutanan